Banyak pilihan dalam hidup ini. kenpa harus terpaku sama tujuan yang tidak jelas. ingin rasanya berteriak diatas gunung. ingin saya keluarkan semua hal yang membuat pikiran ini menjadi sangat berat supaya saya bisa melaksanakan tujuan yang sudah sangat tertunda.
hati ini menangis atas semua kata-kata yang sudah dirimu “ketik”, saya tidak marah saya hanya kecewa terhadap sikap yang telah dirimu tampakan akhir-akhir ini. kenpa harus seperti ini??? disaat saya sudah memberikan “hati” ini kepada dirimu sepenuhnya. kenapa harus disaat semangat saya tumbuh dan bener-benar menggebu-gebu untuk mengerjakan “suripsi”. dirimu yang sudah membuat saya bersemangat seperti itu. mengapa harus dirimu pathkan semangat itu?banyak sekali semangat yang sudah dirimu patahkan karena sikap dirimu yang akhir-akhir ini dirimu tunjukan.
Saya bingung terhadap apa yang harus saya lakukan bila dirimu sudah seperti ini. saya ingin mendekati dirimu lagi, saya ingin menyayangi kamu, menberikan perlindungan, dan memberikan semua yang kamu butuhkan. saya sudah siap memberikan semuanya. tapi dengan kata “TERSERAH” yang sudah dirimu “ketik”. Maka saya juga tidak tau harus menunjukan sikap apa yang saya harus berikan pada dirimu sekarang. Mulai saaat ini saya tidak bisa berbuat banyak lagi terhadap dirimu. Dirimu sekarang meginginkan fokus pada diri sendiri, kuliah, dan keluarga. Saya mengerti dengan pilihan itu sekarang, itu pilihan yang bagus, dan sekarang saya juga akan mempunya tujuan yang sama yaitu memfokuskan kepada diri sendiri, kuliah dan keluarga saya. Maaf bila sikap saya sekarang akan menyakiti dirimu, membuat dirimu sakit, dan membuatmu kecewa. Karena memang sudah menjadi sifat saya dari dulu bila ingin “melupakan” perasaan saya terhadap seseorang saya harus membenci dia sebenci-bencinya, dan saya tidak tahu sampai kapan itu akan berlangsung. Maafkan..Maafkan..Maafkan…
Ya Allah bila ini memang sudah menjadi takdir yang saya harus hadapi maka berikan kekuatan pada Hamba untuk menghadapi dan menjalaninya. hamba benar-benar sudah bingung kemana hamba ahrus melangkah, hamba mencintai dirinya tapi hamba juga sakit hati terhadap dirinya. Mungkin sekarang jalanMU yang telah Engkau berikan pada hamba, semoga dengan sikap dirinya yang menjauhi hamba adalh sikap yang memang yang terbaik yang Engkau berikan terhadap hamba. Bila Hamba diperkenankan dipertemukan dengan hambaMU yang lain yang benar-benar bisa membuat hamba tidak jauh padaMU dan terbaik menurutMU, maka pertemukanlah hamba secepatnya, Amin…..
Terima kasih Ya ALLAH….




4. lalu double click Turn Off Autoplay nya, maka windows akan membuka settingan yang ada di Turn Off Autoplay.
5. Maka pilihlah “Enable”, dan yang di matikannya pilih “All Drive”. Click “OK”. Maka Komputer anda sudah meng-nonaktifkan Autoplay dari semua drive yang masuk ke komputer anda.